Sunday, March 22, 2009

Perhentian 4


YESUS BERJUMPA DENGAN IBU-NYA

Kami menyembah sujud kepada-Mu, Kristus, serta memuji Engkau. 
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia. 

Saat itu.....

Sebagai seorang ibu, Maria tak mau membiarkan Putera-Nya sendirian dalam sengsara. Maria muncul pada saat yang tepat. Mereka sejenak beradu pandang. Tidak ada kata yang terucap, tapi Maria turut merasakan hebatnya penderitaan Putera-Nya. Bagi Yesus, pertemuan ini bagaikan seteguk air penawar dahaga dan penambah kekuatan.

Saat ini....

Penderitaan Yesus di jalan salib adalah karena dosa manusia. Dalam hidup perkawinan, salib yang harus kita pikul adalah karena kelemahan pribadi kita. Kita insan lemah yang hidup di dunia yang tak sempurna. Ketika suami atau isteri jatuh dalam ketidaksetiaan komitmen, apa yang kita lakukan untuknya? Apakah kita juga memberikan seteguk air penawar dahaga seperti yang diberikan Bunda Maria? Ataukah kita justru menambah beban salibnya dengan aneka interogasi, prasangka dan tuduhan, beberan detil-detil kelakuan yang menyakitkan, atau ancaman bahwa kita juga dapat melakukan hal yang sama dengan “menjatuhkan diri” dalam ketidaksetiaan?

Doa:

Bunda Maria, Bunda yang berbelas kasih, bimbinglah perjalanan kebersamaan kami dalam perkawinan, agar setiap saat kami tetap ingat akan komitmen dan janji kami di hadapan Tuhan; “setia dalam untung dan malang, hingga ajal tiba.” Sungguh, ini janji dan komitmen yang indah namun tidak mudah. Berkatilah kami agar kami tetap tabah ketika badai mulai menerpa, dan genggamlah tangan kami untuk bersama melewatinya. 

Kasihanilah Tuhan, kasihanilah kami. 
Allah, ampunilah kami, orang berdosa.


Maria selalu setia
Pada Sang Kristus Puteranya
Dalam suka dan duka



Perhentian 3


YESUS JATUH PERTAMA KALI DI BAWAH SALIB

Kami menyembah sujud kepada-Mu, Kristus, serta memuji Engkau.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Saat itu...

Semalam suntuk Yesus harus berdiri, disiksa, dan dimaki di muka Pilatus dan imam-imam agung. Salib yang dipikul-Nya juga sangat berat. Kekuatan-Nya terperas. Maka tak bisa dihindari, Yesus jatuh tersungkur pada batu-batu tajam di jalan menuju Golgota. Namun Ia sadar akan tugas dan panggilan-Nya; Ia datang untuk menebus dosa manusia. Maka Ia bangkit lagi dan terus berjalan lagi. 

Saat ini...

Kejatuhan Yesus memperlihatkan kepada kita bahwa kelemahan diri dan kegagalan kecil adalah pengalaman yang lumrah. Permintaan maaf adalah sebuah langkah besar pertama. Tetapi jika permintaan maaf itu suatu cara untuk menghindari keributan, itu hanya akan menimbulkan kelegaan sementara. Semakin sering pasangan kita mendengar penyesalan tanpa melihat adanya perubahan, semakin besar kemungkinan dia tidak akan mempercayai kita. Bila kita jatuh, kita harus menunjukkan kepada pasangan kita bahwa kita mau bangkit lagi, dan serius dalam membuat perubahan.

Doa:

Tuhan Yesus, semangatilah kami bila kami tersandung jatuh karena duka derita, agar kami tetap tabah untuk bangun kembali meneruskan perjalanan ziarah yang penuh tantangan ini. Ajarilah kami untuk saling menanggung beban hidup sebagai putera-puteri-Mu.

Kasihanilah Tuhan, kasihanilah kami.
Allah, ampunilah kami, orang berdosa.


Sri Yesus tolonglah kami
Bila kami jatuh lagi
Tertindih salib berat



Perhentian 2


YESUS MEMANGGUL SALIB


Kami menyembah sujud kepada-Mu, Kristus, serta memuji Engkau.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Saat itu....

Pilatus berkata kepada orang-orang Yahudi: “Haruskah aku menyalibkan Rajamu?” Imam-imam kepala menjawab: “Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!” Lalu Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Sambil memanggul salib-Nya, Yesus pergi ke luar kota ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Yesus menerima keputusan Pilatus dengan rela hati. Kerelaan Yesus untuk menderita dan berkorban sungguh pantas diteladan. Dia tidak bersalah sedikit pun, tapi rela mengorbankan nyawa.Yesus menjadi korban orang yang mementingkan gengsi dan status pribadi.

Saat ini.....

Sampai sekarang kejadian serupa terjadi juga dalam lingkungan kita. Suami atau isteri harus bersikap sesuai dengan keinginan pasangannya. Setiap orang memiliki kecenderungan kepribadian yang terkadang dirasa amat melekat dan sulit dikendalikan. Kita gampang marah tanpa alasan yang jelas, berprasangka, mau menang sendiri, tak dapat mendengarkan kritik yang membangun, dan sebagainya. Itu salib diri yang harus kita pikul. Bila kita sendiri tak mampu mengubah diri, atas dasar apa kita ingin mengubah diri pasangan kita seperti yang kita inginkan?

Doa: 

Tuhan Yesus, Engkau telah bersabda, "Barangsiapa ingin menjadi murid¬-Ku, harus memikul salib dan mengikuti Aku." Betapa sering kami melarikan diri dan mengalihkan salib kelemahan diri kami dengan mencari kesalahan isteri atau suami yang Engkau kirim untuk menjadi pendamping hidup kami. Ajarilah kami untuk jujur dan berani memikul salib kecil hidup kami untuk turut meringankan salib berat dunia yang Kau pikul dengan rela. Semoga teladan kesetiaan-Mu mendorong kami untuk bersama menciptakan hari esok yang lebih baik dari hari ini dalam hidup perkawinan kami. 

Kasihanilah, Tuhan, kasihanilah kami.
Allah, ampunilah kami, orang berdosa.


Salib berat dipanggul-Nya
Agar kita ikuti-Nya
Memikul salib kita



JALAN SALIB Setia dalam Untung dan Malang Hingga Ajal Tiba


TANDA SALIB

PEMBUKAAN 

Perkawinan bukanlah seperti menyatukan dua pulau yang berbeda menjadi satu, melainkan dua pulau yang berbeda disatukan dengan aliran air yang sama. Aliran air itu adalah cinta. Di sinilah letak keindahan sekaligus kerumitan hidup bersama dalam perkawinan. Kebahagiaan yang dijanjikan bukanlah pemberian sekali jadi, melainkan hal yang harus diperjuangkan dan dibarui hari demi hari. Dalam perjalanan meraih kebahagiaan, suka-duka datang silih berganti. Jalan cinta (via amoris) dan jalan derita (via dolorosa) bagaikan dua sisi dari uang logam yang satu dan sama. Cinta membutuhkan pengorbanan. Selalu ada malam gelap sebelum terbit fajar terang. Pada kesempatan yang berharga ini, mari kita membuka diri untuk merenungkan dan menghayati kesetiaan Tuhan Yesus dalam melewati jalan salib panggilan-Nya. Moga-moga teladan Yesus menjadi inspirasi bagi pasangan suami-isteri untuk tetap setia dalam untung dan malang. Mari kita hening sejenak untuk membuka diri terhadap bisikan Roh Tuhan.

DOA PEMBUKAAN

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menunjukkan kepada kami jalan kepada kemuliaan melalui penderitaan salib. Pada kesempatan ini kami berkumpul untuk merenungkan peristiwa sengsara-Mu dan mendengarkan pesan-pesan-Mu, mulai dari istana Pilatus sampai ke Bukit Golgota. Terangilah hati kami dengan cahaya Roh Kudus, agar di dalam permenungan ini kami terbantu untuk semakin mampu berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntutan iman seorang pengikut Kristus dalam hidup berumah tangga. Sebab Engkaulah Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Marilah kita renungkan
Yesus yang menjadi korban
karena cinta kasih-Nya


PERHENTIAN I

YESUS DIJATUHI HUKUMAN MATI
Kami menyembah sujud kepada-Mu, Kristus, serta memuji Engkau. 
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Saat itu.....

Iri hati dan kecemburuan sosial telah membutakan mata hati orang-orang Yahudi yang melihat kehadiran Yesus sebagai ancaman keamanan bagi kelangsungan status hidup mereka. Dengan menghalalkan segala cara, mereka menyeret Yesus untuk diadili dan dijatuhi hukuman mati tanpa mempedulikan sedikit pun rasa keadilan. Pokoknya, Yesus harus disingkirkan, apa pun caranya. Kesenangan dan kepentingan politik pribadi dari Pilatus dan imam-imam Yahudi membentuk suatu konspirasi untuk sesegera mungkin melenyapkan Yesus dari muka bumi. Yesus menerima putusan berat sebelah ini dengan pasrah. Ia tahu, Allah Bapa akan membuat segalanya indah pada saatnya.

Saat ini....

Salah satu perasaan negatif yang paling kuat dalam hubungan suami isteri adalah CEMBURU. Perasaan ini sangat manusiawi. Pria maupun wanita tidak luput darinya. Namun tidak jarang bentuk pengungkapannya sangat tidak rasional sehingga mengganggu kualitas hubungan dalam hidup bersama. Rasa cemburu yang destruktif menciptakan aneka imaginasi liar yang jauh dari kenyataan. Sejarah pengadilan tak adil atas Yesus terulang. Kita menghakimi suami atau isteri kita dengan pelbagai prasangka, tuduhan, dan vonis yang tak dapat dibela dan diganggu gugat. Mengapa setitik debu di mata pasangan kita amat kelihatan, sementara balok di depan mata tidak kita lihat??

Doa:
Tuhan Yesus, maafkan kami. Karena kami sering menaruh prasangka yang membunuh cinta terhadap pasangan kami. Kami khilaf, sejenak lupa akan cinta kudus yang mempersatukan kami. Bila kami dilanda cemburu, tolonglah kami untuk mengungkapkannya dengan cara yang adil. Bila kami dicemburui, tabahkan hati dan sejukkan pikiran kami agar bijak mengelola rasa cemburu itu menjadi ungkapan cinta. Genggam tangan kami untuk berjalan bersama Engkau di jalan salib ini demi keutuhan perkawinan yang telah Engkau berkati. 

Kasihanilah, Tuhan, kasihanilah kami.

Allah, ampunilah kami, orang berdosa.

Sri Yesus Penebus kami

dijatuhi hukum mati

agar umat-Nya hidup